Katarak umumnya diidentikkan dengan proses penuaan pada lansia. Namun, gangguan penglihatan akibat keruhnya lensa mata ini juga bisa terjadi pada anak-anak, remaja, hingga dewasa muda. Kondisi ini dikenal secara medis sebagai katarak juvenil.
Berbeda dengan katarak pada orang tua yang berkembang lambat, katarak juvenil memerlukan perhatian medis secepat mungkin. Jika tidak ditangani dengan tepat, kekeruhan pada lensa mata dapat menghambat perkembangan visual anak dan berisiko memicu mata malas (ambliopia) permanen.
Mengenal Katarak Juvenil
Katarak juvenil adalah jenis katarak yang muncul setelah usia satu tahun hingga masa remaja (di bawah usia 20 tahun). Kondisi ini terjadi ketika protein di dalam lensa mata mulai menggumpal dan menghalangi jalannya cahaya ke retina.
Akibat kekeruhan tersebut, bayangan benda yang diterima mata menjadi tidak fokus atau kabur. Karena mata dan otak anak masih berada dalam masa tumbuh kembang, gangguan transmisi cahaya ini dapat mengganggu perkembangan fungsi penglihatan secara permanen jika tidak diatasi sejak dini.
Gejala dan Penyebab Katarak Juvenil
Gejala katarak juvenil dapat bervariasi tergantung pada tingkat kekeruhan lensa. Beberapa tanda khas yang perlu diwaspadai meliputi:
- Tampak titik atau bercak putih keabuan pada bagian tengah pupil mata.
- Pandangan kabur, ganda, atau terlihat berbayang.
- Mata anak tampak juling (strabismus) atau sering bergerak tidak terkontrol (nystagmus).
- Anak sering menabrak benda di sekitarnya atau kesulitan membaca tulisan di papan tulis.
- Sensitif terhadap cahaya terang (fotofobia) atau melihat lingkaran cahaya di sekitar lampu.
Penyebab katarak juvenil cukup beragam. Faktor genetik atau riwayat keluarga dengan katarak kongenital/juvenil memegang peranan besar. Selain itu, trauma fisik pada mata, infeksi masa kehamilan (seperti rubella atau toksoplasmosis), gangguan metabolik (seperti galaktosemia atau diabetes), serta penggunaan obat steroid jangka panjang juga dapat memicu kondisi ini.
Penanganan Katarak Juvenil
Perlu dipahami bahwa katarak juvenil adalah kondisi medis yang memerlukan tindakan pembedahan (operasi), bukan dengan terapi obat-obatan atau tetes mata. Obat-obatan atau suplemen vitamin tidak dapat menghilangkan kekeruhan pada lensa mata yang telah terbentuk.
Prosedur operasi dilakukan dengan mengangkat lensa mata yang keruh dan menggantikannya dengan lensa tanam buatan (Intraocular Lens/IOL). Setelah operasi, anak biasanya memerlukan terapi rehabilitasi visual, seperti penggunaan kacamata khusus, lensa kontak, atau penutupan mata sementara (patching) untuk melatih kemampuan fokus mata.
Studi Terkait
Studi yang dipublikasikan dalam Journal of Pediatric Ophthalmology & Strabismus (2026) menunjukkan bahwa deteksi dini dan tindakan pembedahan katarak juvenil sebelum usia perkembangan visual kritis terlampaui secara signifikan meningkatkan luaran ketajaman penglihatan anak serta mencegah timbulnya komplikasi ambliopia berat.
Sumber : halodoc.com

Tidak ada komentar:
Posting Komentar