PT RADIO NUANSA FM BOJONEGORO

PT RADIO NUANSA FM BOJONEGORO

PT RADIO NUANSA FM BOJONEGORO


Rabu, 22 Juli 2026

Ketahui Tips Diet Sehat Bagi Pengidap Obesitas

Ketahui Tips Diet Sehat Bagi Pengidap Obesitas

Rabu, 22 Juli 2026

Diet untuk pengidap obesitas tidak boleh dilakukan secara sembarangan dan harus dimulai secara bertahap.


Obesitas kerap kali menjadi masalah kesehatan baik untuk anak-anak maupun orang dewasa. Penyebabnya bisa karena genetik, hormonal, dan gaya hidup. 

Pengidap obesitas harus menurunkan berat badan, untuk mencegah munculnya penyakit. Namun, dalam menurunkan berat badan, pengidap obesitas tidak boleh melakukannya dengan sembarangan. 

Nah, berikut ini tips diet sehat untuk pengidap obesitas.

Tips Diet Sehat Bagi Pengidap Obesitas

Rumus untuk mengurangi berat badan sebenarnya cukup sederhana yaitu, mengurangi kalori dengan pola diet sehat, dan olahraga untuk membakar kalori.  Nah, berikut adalah diet yang aman untuk pengidap obesitas:

1. Menentukan program diet

Sebelum menurunkan berat badan, rencanakan dulu program diet apa yang aman dan cocok untuk tubuh mu. Bagi orang obesitas tidak disarankan langsung melakukan diet ekstrem. 

Contohnya, tidak makan untuk jangka waktu yang lama atau memotong porsi makanan secara drastis. Jenis diet ini tidak akan berhasil dan justru dapat membuat tubuh merasa sakit.

Program diet yang aman dan sehat, harus memperhatikan hal-hal berikut:

  • Memberikan edukasi mengenai porsi makan yang tepat, makanan sehat, dan bertujuan untuk merubah pola hidup ke arah yang lebih sehat.  
  • Tidak terlalu membatasi dalam memilih makanan yang boleh dan tidak dimakan.
  • Didasarkan pada pencapaian penurunan berat badan secara bertahap dan berkelanjutan, dibandingkan penurunan berat badan dalam jangka pendek yang tidak akan bertahan lama.

2. Mengurangi jumlah kalori

Tujuan utamanya untuk membantu menurunkan berat badan. Umumnya jumlah yang disarankan untuk mengurangi asupan kalori adalah 600 kalori per hari. Bagi pria ini berarti mengonsumsi tidak lebih dari 1.900 kalori sehari, sedangkan bagi wanita tidak lebih dari 1.400 kalori perhari.

Cara terbaik untuk mengurangi kalori adalah dengan meminimalisir mengonsumsi makanan yang tidak sehat dan tinggi kalori. 

Contohnya seperti makanan cepat saji, makanan olahan, minuman manis dan alkohol. Beralihlah dengan makanan sehat dan rendah kalori seperti gandum, sayur, dan buah-buahan.

3. Mengurangi asupan karbohidrat

Karbohidrat adalah sumber energi, memakannya terlalu banyak dapat menyebabkan kegemukan. Hindarilah nasi putih, roti, pasta, olahan tepung, sereal, dan sejenisnya termasuk makanan dan minuman manis. 

Makanan ini dapat menyebabkan peningkatan gula darah dan insulin secara cepat dan tiba-tiba. 

Akibatnya dalam jangka pendek adalah menyebabkan rasa lapar dan makan secara berlebihan. Sementara itu dalam jangka panjang, dapat meningkatkan risiko kenaikan berat badan, dan penyakit kronis.

Namun, bukan berarti pengidap obesitas tidak boleh memakan karbohidrat sama sekali. Karbohidrat berguna sebagai sumber energi, hanya saja pilihlah alternatif karbohidrat yang lebih rendah kalori. 

Misalnya beras merah, kacang-kacangan, biji-bijian utuh, dan gandum utuh. Sumber makanan ini memiliki efek yang lebih lembut pada gula darah dan insulin, sehingga membantu menahan rasa lapar.

4. Diet sehat dengan mengonsumsi protein tinggi

Mengonsumsi protein tinggi sering kali disarankan untuk orang yang sedang menurunkan berat badan. Hal ini karena protein lebih mengenyangkan tanpa memberikan kalori yang tinggi, seperti karbohidrat atau lemak. 

Protein tinggi juga berpengaruh pada komposisi tubuh yang lebih baik. Bagi orang obesitas, kamu bisa mendapatkan sumber protein dari kacang-kacangan, buncis, ikan, dan ayam.

Adapun daging merah juga merupakan makanan berprotein tinggi. Namun, sebaiknya kurangi dulu mengonsumsi makanan ini karena daging merah cenderung mengandung banyak lemak.

5. Konsumsi buah dan sayuran

Sebuah studi diet dari Harvard School of Public Health menemukan bahwa orang yang meningkatkan asupan biji-bijian utuh, buah, dan sayuran memperoleh lebih sedikit kenaikan berat badan.

Mengonsumsi buah dan sayuran memang sangat baik untuk tubuh, terutama untuk orang obesitas. Serat dalam buah dan sayur bermanfaat dalam memperlambat pencernaan dan membantu mengurangi rasa lapar. Buah-buahan dan sayur juga tinggi air, sehingga membantu merasa lebih kenyang dengan sedikit kalori.

6. Olahraga

Bagi pengidap obesitas bisa memulai olahraga dari yang sederhana dulu seperti berjalan, bersepeda, menari, atau berenang. Sebagai alternatif kamu juga bisa melakukan olahraga dengan intensitas tinggi selama 75 menit seminggu, atau mengkombinasikan antara olahraga ringan dan berat. 

Contoh olahraga intensitas tinggi misalnya berlari atau angkat beban. Nah, bila memungkinkan, dalam melakukan olahraga ini sebaiknya kamu didampingi oleh personal trainer. Tujuannya untuk memberikan instruksi bagaimana melakukan olahraga dengan benar.



Sumber : halodoc.com

Selasa, 21 Juli 2026

5 Manfaat Daun Meniran untuk Kesehatan Tubuh

5 Manfaat Daun Meniran untuk Kesehatan Tubuh

Selasa, 21 Juni 2026

Daun meniran bermanfaat membantu mengatasi batu ginjal, hingga berpotensi menurunkan tekanan darah.

Daun meniran yang yang dikenal dengan nama ilmiah Phyllanthus niruri, merupakan tanaman liar yang mudah ditemukan di alam bebas atau jalanan.

Daun ini diketahui memiliki bentuk daun yang bulat berukuran kecil dan sekilas terlihat serupa dengan putri malu.

Nah, perlu diketahui kalau daun meniran kerap dipergunakan untuk pengobatan tradisional. Sebab, daun ini dikabarkan memiliki berbagai manfaat untuk kesehatan tubuh. 

Namun, kira-kira apa saja ya manfaat daun meniran untuk kesehatan tubuh? Yuk, simak ulasannya di sini!

Manfaat Daun Meniran untuk Kesehatan Tubuh 

Terdapat beberapa manfaat yang dipercaya dapat diperoleh dari daun meniran, antara lain: 

1. Membantu mengatasi batu ginjal 

Batu ginjal merupakan kondisi yang terjadi akibat adanya penggumpalan materi keras menyerupai batu di dalam ginjal. 

Perlu diketahui bahwa penggumpalan yang menjadi batu ginjal berasal dari mineral dan garam. 

Selain itu, kondisi ini ditandai dengan beberapa gejala seperti sering buang air kecil, munculnya rasa sakit saat buang air kecil, hingga urine yang keluar hanya sedikit. 

Nah, daun meniran kerap dimanfaatkan sebagai obat tradisional untuk mengatasi batu ginjal. Sebab, ekstrak daun Phyllanthus niruri yang bersifat basa dikabarkan dapat mencegah serta mengatasi batu ginjal yang bersifat asam.

2. Mengatasi tukak lambung

Manfaat daun meniran selanjutnya adalah dapat mengatasi tukak lambung. Sebab, ekstrak daun meniran dikabarkan dapat membunuh bakteri penyebab sakit tukak lambung (Helicobacter pylori) pada sebuah penelitian tabung reaksi. 

Kendati demikian, penelitian lebih mendalam terutama pada manusia, masih perlu dilakukan guna menguji efektivitasnya. 

3. Meningkatkan fungsi hati  

Berkat kandungan antioksidannya, daun meniran diduga kuat dapat meningkatkan fungsi hati. 

Selain itu, daun Phyllanthus niruri juga diyakini dapat membantu melindungi hati dari kerusakan sel yang disebabkan oleh radikal bebas. 

Nah, radikal bebas sendiri merupakan senyawa tidak stabil yang dapat menyebabkan kerusakan ketika kadarnya terlalu tinggi pada tubuh. 

Menariknya lagi, penelitian pada hewan dan tabung percobaan yang dipublikasikan pada 2016 silam juga menunjukkan hasil yang menarik. Penelitian ini menemukan bahwa ekstrak tanaman meniran dapat membantu mengobati hepatitis B, yaitu infeksi virus dan peradangan hati. 

4. Membantu meredakan asam urat

Serangan asam urat dapat terjadi ketika kadar asam urat yang tinggi menumpuk di dalam darah. Suplemen daun meniran dikabarkan dapat membantu menyeimbangkan tingkat asam urat, sekaligus mencegah munculnya serangan kondisi ini. 

Bahkan, sebuah studi yang dipublikasikan pada U.S. National Library of Medicine pada tahun 2016 silam juga menunjukkan hasil menarik. 

Studi ini menjelaskan bahwa, beberapa penelitian pada hewan menunjukkan penurunan kadar asam urat, pada hewan yang diberikan suplemen ekstrak Phyllanthus niruri. 

5. Berpotensi menurunkan tekanan darah 

Beberapa penelitian pada hewan menunjukkan bahwa daun meniran dapat membantu mengendurkan pembuluh darah. 

Hal ini pada akhirnya dapat mendorong penurunan tekanan darah pada tubuh.

Namun, selayaknya beberapa manfaat yang potensial lainnya, manfaat daun meniran dalam menurunkan tekanan darah juga masih perlu diteliti lebih lanjut pada manusia. 

Itulah beberapa manfaat potensial daun meniran bagi kesehatan tubuh. Mulai dari membantu mengatasi batu ginjal, mengatasi tukak lambung, meningkatkan fungsi hati, membantu meredakan asam urat, hingga berpotensi menurunkan tekanan darah. 

Meski potensial, tapi beberapa manfaat ini masih memerlukan penelitian lebih lanjut, terutama pada manusia. Selain itu, hindari juga mengonsumsi daun meniran dalam jumlah yang berlebihan. 



Sumber : halodoc.com

Senin, 20 Juli 2026

5 Manfaat Akar Bajakah yang Perlu Diketahui

5 Manfaat Akar Bajakah yang Perlu Diketahui

Senin, 20 Juli 2026

Ekstrak akar bajakah menawarkan banyak manfaat kesehatan untuk tubuh


Belakangan ini, tanaman herbal bajakah kerap menjadi sorotan di dunia kesehatan. Terutama setelah penelitian 2019 silam mengenai tanaman dan kayu bajakah yang dilakukan oleh tiga pelajar asal Indonesia dengan raihan medali emas pada ajang World Invention Creativity Olympic di Korea Selatan. 

Hasil penelitian tersebut menunjukkan bahwa akar bajakah memiliki kandungan berbagai senyawa penting. Misalnya seperti fenolik, flavonoid, saponin, dan tanin. 

Akar tanaman yang biasa dikonsumsi dengan cara direbus ini, dipercaya dapat memberikan banyak manfaat bagi kesehatan tubuh.

Ketahui Fakta Kayu Bajakah untuk Kanker

Kayu bajakah menjadi perhatian besar di dunia kesehatan setelah tiga pelajar Indonesia membuktikan potensinya dalam melawan kanker pada tikus putih di ajang World Invention Creativity Olympic 2019. 

Penelitian tersebut menunjukkan bahwa kayu bajakah mengandung senyawa alami seperti flavonoid, saponin, dan tanin yang dikenal memiliki sifat antikanker.

Namun, penting untuk dipahami bahwa penelitian mengenai efektivitas kayu bajakah untuk kanker pada manusia masih sangat terbatas. 

Menurut Kementerian Kesehatan Indonesia, klaim tentang kemampuan kayu bajakah untuk menyembuhkan kanker belum didukung uji klinis pada manusia. 

Sementara studi awal pada tikus memberikan hasil positif, proses ilmiah tetap harus melalui serangkaian uji klinis pada manusia guna memastikan keamanan, keefektifan, serta jenis kanker yang mungkin bisa ditargetkan.

Selain itu, National Cancer Institute juga memaparkan bahwa senyawa flavonoid memang dikenal memiliki sifat antioksidan yang kuat, yang dapat membantu melindungi tubuh dari kerusakan sel akibat radikal bebas. 

Akan tetapi, belum terdapat bukti langsung bahwa flavonoid atau saponin dari kayu bajakah efektif melawan kanker manusia.

Manfaat Akar Bajakah Bagi Kesehatan

Berdasarkan kandungan senyawa penting pada akar bajakah, berikut ini adalah beberapa manfaat kesehatan yang dapat diperoleh, antara lain:

1. Mencegah Obesitas

Sebuah studi yang dipublikasikan dalam jurnal Neurologico Spinale Medico Chirurgico menunjukkan bahwa konsumsi ekstrak kayu bajakah tampala efektif untuk menurunkan kadar Reactive Oxygen Species (ROS) pada tikus yang mengalami obesitas.

Perlu diketahui bahwa ROS berfungsi sebagai molekul yang memberi sinyal pada sel untuk melakukan proses biologis normal. Kadar ROS yang tinggi juga berkaitan erat dengan obesitas.

Selain itu, ekstrak kayu bajakah juga dapat menurunkan berat lemak visceral atau lemak aktif secara efektif.

2. Mempercepat Penyembuhan Luka

Salah satu manfaat akar bajakah bagi kesehatan adalah mempercepat proses penyembuhan luka. Akar bajakah mengandung senyawa metabolit sekunder seperti flavonoid, tanin, saponin, dan fenol.

Nah, kandungan senyawa tanin berfungsi untuk menghilangkan mikroba berbahaya dari tubuh. Selain itu, kandungan tanin juga dapat melawan bakteri, virus, dan jamur berbahaya dengan cara mempercepat pembekuan darah.

Maka dari itu, proses penyembuhan pada luka pun dapat berjalan lebih cepat.

3. Mencegah Risiko Diabetes

Dilansir dari WebMD, sejumlah penelitian telah menunjukkan banyak sekali manfaat dari senyawa flavonoid. Salah satunya adalah mencegah penyakit seperti diabetes melitus.

Nah, kandungan flavonoid pada akar bajakah dipercaya dapat mencegah diabetes dan komplikasinya.

Meski begitu, ada baiknya untuk mengonsumsi obat diabetes yang diresepkan dan mendiskusikannya terlebih dahulu dengan dokter sebelum mengonsumsi akar bajakah.  

Rekomendasi obat diabetes di Halodoc:

  • Glucophage 500 mg 3 Strip (10 Tablet/Strip) – Obat Rutin: Obat antidiabetes golongan keras dengan kandungan Metformin yang berfungsi untuk mengontrol kadar gula darah pada pasien diabetes melitus tipe 2.
  • Lipesco 10 Kaplet: Suplemen makanan yang mengandung asam alfa-lipoat (alpha-lipoic acid) untuk membantu memelihara kesehatan tubuh serta menjaga fungsi metabolisme saraf, terutama pada penderita diabetes.
  • Metformin 500 mg 10 Strip (10 Tablet/Strip) – Obat Rutin: Obat generik antidiabetes yang bekerja dengan cara meningkatkan sensitivitas tubuh terhadap insulin guna menurunkan kadar gula darah yang tinggi pada penderita diabetes tipe 2.
  • Glucovance 1.25 mg/250 mg 2 Strip (15 Tablet/Strip) – Obat Rutin: Obat kombinasi Metformin dan Glibenklamid yang digunakan untuk terapi tahap lanjut dalam mengendalikan kadar glukosa darah pada pasien diabetes melitus tipe 2.

4. Mencegah Berbagai Penyakit Kronis Lainnya

Selain mencegah diabetes, kandungan senyawa flavonoid juga dapat mencegah berbagai penyakit kronis.

Sebab, flavonoid akan membantu tubuh mengatur aktivitas sel dan melawan radikal bebas yang dapat menimbulkan stres oksidatif pada tubuh.

Secara sederhana, flavonoid dapat melindungi tubuh dari racun dan stres sehari-hari, sehingga dapat membuat fungsi tubuh berjalan lebih optimal.

Flavonoid juga merupakan antioksidan yang kuat, dan dapat mencegah berbagai risiko penyakit kardiovaskular, kanker, diabetes, dan penyakit kognitif seperti alzheimer dan demensia. 

5. Menurunkan Risiko Penyakit Hati

Merujuk dari penelitian yang terbit pada The Journal Of Tropical Life Science, akar bajakah dipercaya memiliki kandungan antioksidan yang cukup untuk mencegah kerusakan hati. 

Maka dari itu, salah satu cara menurunkan risiko penyakit hati adalah mengonsumsi akar bajakah.

Namun, hal ini masih diperlukan penelitian yang lebih dalam terkait efektivitas akar bajakah dalam mencegah penyakit liver.

Nah, itulah beberapa manfaat yang dapat diperoleh dari mengonsumsi ekstrak akar bajakah.

Mulai dari mencegah obesitas, mempercepat penyembuhan luka, mencegah risiko diabetes, mencegah berbagai risiko kronis, hingga menurunkan risiko penyakit hati. 

Namun, meski dianggap memiliki banyak manfaat untuk kesehatan, penelitian mengenai efektivitas ekstrak akar bajakah masih perlu dilakukan lebih dalam lagi.

Maka dari itu, menjalani pola hidup sehat dan rutin memeriksakan kesehatan diri tentu menjadi kunci utama dalam menjaga kesehatan secara menyeluruh.

Sebab, beberapa penyakit bisa saja tidak menunjukkan gejala sama sekali ketika kondisinya belum parah. 

Namun, ketika kondisinya sudah semakin parah, maka komplikasi yang fatal dampaknya dapat terjadi.

Hal tersebut diakibatkan oleh penyakit yang terlambat untuk disadari sedari awal. 

Maka dari itu, memeriksakan kesehatan secara rutin tentu dapat mencegah dan mendeteksi berbagai penyakit yang mungkin gejalanya tidak disadari pada tahap awal.

Efek Samping Kayu Bajakah Sebagai Obat Herbal

Meskipun kayu bajakah memiliki potensi sebagai bahan herbal, penggunaannya juga bisa menimbulkan efek samping, terutama jika dikonsumsi tanpa panduan yang jelas atau berlebihan.

Berikut ini beberapa kemungkinan efek sampingnya yang perlu diperhatikan:

  • Memicu alergi pada sebagian orang, termasuk ruam kulit, gatal, atau gangguan pernapasan.
  • Senyawa dalam kayu bajakah, seperti flavonoid dan saponin, dapat menimbulkan interaksi dengan obat-obatan tertentu, seperti obat pengencer darah atau obat untuk tekanan darah tinggi.
  • Diare atau kram perut, terutama jika diminum dalam jumlah besar.
  • Mual dan muntah.
  • Senyawa aktif pada kayu bajakah dapat berbahaya bagi hati dan ginjal bila 

Selain itu, penelitian terkait kayu bajakah baru dilakukan pada hewan, sehingga efektivitas dan keamanannya untuk manusia masih belum jelas. 

Oleh karena itu, penggunaannya harus sangat berhati-hati dan sesuai dengan arahan medis profesional.



Sumber : halodoc.com