Paraphimosis adalah kondisi darurat medis pada pria yang belum disunat, di mana kulup (preputium) penis ditarik ke belakang kepala penis (glans) dan tidak dapat dikembalikan ke posisi semula. Kondisi ini berbeda dengan fimosis, di mana kulup tidak bisa ditarik ke belakang. Pada paraphimosis, kulup yang terjebak akan bertindak seperti karet gelang yang menjerat batang penis, sehingga menghambat aliran darah vena dan limfatik dari kepala penis.
Seiring berjalannya waktu, hambatan aliran darah ini akan menyebabkan pembengkakan yang hebat (edema) pada kepala penis dan kulup itu sendiri. Jika kondisi ini dibiarkan tanpa penanganan medis yang cepat, tekanan yang terus meningkat dapat menghentikan aliran darah arteri yang membawa oksigen. Akibatnya, jaringan di kepala penis dapat mengalami kerusakan, nekrosis (kematian jaringan), hingga gangren yang berisiko berujung pada amputasi sebagian penis. Oleh karena itu, pengenalan gejala sejak dini sangatlah krusial.
Gejala utama dari paraphimosis meliputi pembengkakan yang sangat cepat pada kepala penis, rasa nyeri yang tajam dan berdenyut, perubahan warna pada glans penis menjadi merah tua, kebiruan, atau pucat (tanda iskemia), serta ketidakmampuan untuk menarik kulup kembali menutupi kepala penis. Kondisi ini sering kali dipicu oleh hal-hal sepele, seperti lupa mengembalikan kulup setelah membersihkan penis, setelah berhubungan seksual, atau pasca pemasangan kateter urine oleh tenaga medis yang tidak mengembalikan kulup ke posisi anatomi asalnya.
Pertolongan Pertama dan Tips Tambahan
Meskipun paraphimosis membutuhkan intervensi medis secepatnya, ada beberapa langkah pertolongan pertama yang bisa dilakukan untuk menghambat pembengkakan agar tidak semakin parah saat menunggu penanganan dokter. Langkah pertama adalah segera aplikasikan kompres dingin (ice pack). Bungkus es dengan handuk bersih dan tempelkan di sekitar penis selama 10-15 menit. Suhu dingin akan menyebabkan vasokonstriksi (penyempitan pembuluh darah) sehingga mengurangi jumlah darah dan cairan yang menumpuk di kulup, yang diharapkan bisa mengurangi ukuran bengkak.
Selain kompres dingin, memberikan tekanan manual yang lembut pada kepala penis (bukan menarik kulup secara kasar) bisa membantu memeras cairan edema keluar dari glans penis. Beberapa dokter di IGD mungkin akan menggunakan metode osmotik, yaitu dengan membungkus penis menggunakan kassa yang ditaburi gula pasir (granulated sugar) atau manitol. Gula yang bersifat hipertonik akan menarik cairan keluar dari jaringan yang bengkak (edema), sehingga setelah 20-30 menit, pembengkakan menyusut dan kulup lebih mudah dikembalikan ke posisinya secara manual. Namun, hindari mencoba metode gula ini sendiri di rumah jika terdapat luka terbuka atau infeksi aktif.
Sumber : halodoc.com

Tidak ada komentar:
Posting Komentar